Pada 29 September 1976, pemain internasional Ukrainan sekaligus peraih Ballon d’Or Andriy Shevchenko lahir di sebuah desa di Soviet Dvirkivsvhyna, yang berlokasi di provinsi Kiev, yang sekarang menjadi negara meredeka, Ukraina. Kecintaannya terhadap sepakbola, Sheva tumbuh sebagai salah satu striker berbahaya di Eropa.

Shevchenko main di tim junio Dinamo Kiev dan menandatangani kontrak profesional pada 1994. Dalam debutnya di klub raksasa Ukraina, Sheva tampil di 23 pertandingan di semua kompetisi dan membukukan tiga gol. Hingga 1999, dia menjalani 166 penampilan dan mencetak 94 gol dalam proses tersebut.

Lima tahun berseragam Kiev, Sheva berperan besar membantu tim memenangkan lima titel Liga Primer Ukraina secara konsekutif (1995-99), tiga Piala Ukraina (1996, 1998, 1999) dan tiga Commonwealth of Independent States Cup (1996-1998).

Performa impresifnya ternyata membuat raksasa AC Milan kepincut, sampai mereka menggelontorkan mahar $25 juta demi memboyong Sheva ke San Siro. Tak butuh waktu lama baginya beradaptasi dengan Il Diavolo Rosso. Di musim perdana saja, Milan kebagian 24 golnya di Serie A setelah melakoni 32 pertandingan, sayang ketika itu tim gagal merebut Scudetto karena harus finis di belakang Lazio dan Juventus.

Meski demikian, Sheva tetap menyuguhkan ketajamannya di depan gawang. Jadi tak heran jika dia menjadi idola baru di San Siro. Gelar pertamanya bersama Setan Merah diraih pada 2003, mengawinkan trofi Coppa Italia dan Liga Champions. Milan akhirnya merengkuh Scudetto setahun kemudian, dengan Sheva kembali finis sebagai capocannoniere dengan 24 golnya.

2004 benar-benar menjadi tahun kejayaannya baginya, karena FIFA memberikan kompensasi atas kerja kerasnya di lapangan dengan sebuah penghargaan individu prestisius, Ballon d’Or.

Sayang, di tengah euforia memiliki bintang, Milanisti kembali harus berduka. Pada 28 Mei 2006, I Rossoneri tak keberatan melepas idola tifosi kepada Chelsea yang ‘menenteng’ fulus £30,8 juta untuk tanda tangan pemain yang melakoni 296 pertandingan untuk Milan di semua kompetisi, mencetak 173 gol. Itu menjadi rekor tertinggi yang dibuat klub Inggris.

Meski demikian, momennya bersama The Blues tak seindah saat berseragam Milan. Rangkaian cedera serta tidak sepaham dengan Jose Mourinho, lalu Avram Grant membuatnya tak mendapat banyak menit bermain. Sheva hanya bertahan dua musim di Stamford Bridge, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Milan di musim 2008/09.

Periode kedua Sheva di Milan juga tak berjalan mulus, gagal mencetak gol liga dan hanya mampu menyumbang dua gol dari total 26 penampilan, hanya sembilan diantaranya sebagai starter. Di akhir musim, Milan mengonfirmasi Shevchenko akan kembali ke Chelsea untuk menghabiskan sisa dari empat tahun kontraknya.

Sheva pun kembali ke klub masa lalunya, Dinamo Kiev, sebelum memutuskan pensiun pada 28 Juli 2012 dan memutuskan memasuki dunia politik. Dia mengikuti pemilihan Parlemen Ukraina pada Oktober 2012, namun partainya gagal memenangkan pemilihan tersebut.

Sementara karier di timnas Ukraina, Sheva mencatat 111 caps dan mencetak 48 gol. Pencapaian terbaiknya adalah mengapteni The Yellow Blues hingga ke perempat-final Piala Dunia 2006. Setelah terjadi kontroversi di penyisihan Grup D Euro 2012 kontra Inggris, Sheva memutuskan pensiun dari timnas dan menolak tawaran federasi menukangi The Yellow Blues.

Note :
Poli Dan Opa Berlusconi juga berulang tahun hari ini. BUON COMPLEANNO semuanya.

Sumber : goal.com