Penampilan Milan yang kurang menyerang di babak pertama ternyata sudah menjadi strategi yang diterapkan Massimiliano Allegri.

Secara statistik, Milan lebih banyak tertekan di paruh pertama saat menghadapi Ajax. Tim tamua hanya 30 persen menguasai bola dan sama sekali tak melepas tendangan ke arah gawang.

Allegri berdalih strategi bertahan sengaja dimainkannya dengan mempertimbangkan siapa lawan yang dihadapi timnya.

“Kami tahu kesulitan yang kami alami di babak pertama, sama seperti saat kami tampil di Eindhoven melawan PSV beberapa waktu lalu,” ungkap Allegri kepada Sky Italia.

“Tak perlu terburu-buru dan mengambil risiko dalam menghadapi umpan-umpan mereka, jadi kami sengaja bermain bertahan dan mengambil risiko kecil.”

Baru di babak kedua Allegri berani memainkan strategi yang lebih terbuka.

“Di babak kedua, lumrah jika tempo mereka sedikit menurun dan dari situlah kami bisa memenangi laga. Kami kehilangan sejumlah bola dan kemasukan dari prosesi tendangan pojok,” cerita Allegri.

“Tapi satu angka ini merupakan hal yang bagus dan secara keseluruhan saya pikir kami bermain bagus. Di babak pertama kami bermain bagus secara taktik, dan di babak kedua kami mengambil kesempatan yang diberikan Ajax.”

Allegri juga memberikan kredit khusus kepada Mario Balotelli, yang sudah menjadi penentu satu angka Milan dengan penaltinya di akhir babak kedua.

“Ketika dia bisa bermain, kami ingin memaksimalkan potensi yang dimilikinya,” tandasnya.

Sumber : goal.com