Kompetisi antar klub elit Eropa, Liga Champions, kemungkinan berhenti digelar usai tahun 2018, menyusul adanya wacana mengenai European Super League.

Ide tersebut seperti dilontarkan presiden klub Galatasaray, Unal Aysal, pada konferensi Leaders in Football yang dihelat di London. Diungkapkannya bahwa sejumlah klub tengah membicarakan kemungkinan tersebut.

Ia berharap agar kompetisi berisi 20 klub elit dalam satu benua itu bisa berlangsung usai tahun 2018. Pasalnya, tahun tersebut merupakan batas akhir kesepakatan antara UEFA dengan European Club Association (ECA).

“Kompetisi ini rencananya akan diikuti 20 tim, dengan tiga atau lima tim di antaranya bakal berganti di setiap tahunnya,” tutur Aysal.

“Ini adalah sebuah konsep yang tengah didiskusikan selama beberapa tahun terakhir.”

Sayangnya, ia belum mengungkap jumlah klub yang tengah membahas peluang untuk menggantikan Liga Champions tersebut, atau sejauh mana progres diskusi. Akan tetapi, ia mengklaim sudah ada beberapa sponsor yang tertarik, di mana dua di antaranya merupakan brand ternama.

Pihak ECA sendiri mengatakan bahwa kompetisi baru yang dimaksud belum pernah dibahas oleh 214 klub anggota.

Sumber : Bola.net