Apa kabar AC Milan? Mungkin pertanyaannya lebih tepat begini, “Apa kabar lini belakang AC Milan?” Tentu tak sulit bagi para Milanisti untuk menjawabnya. Kebobolan 17 gol di saat giornata sudah menginjak angka sepuluh bukanlah catatan yang bagus.

Bandingkan dengan pemuncak klasemen AS Roma yang baru kebobolan satu gol saja. Milan kini duduk di peringkat sepuluh dan terpaut 18 poin dari Giallorossi yang secara luar biasa mencatatkan rekor sempurna di awal musim ini. Gelar scudetto tampaknya masih jauh dalam jangkauan Milan.

Di saat Roma, Napoli, dan Juventus terus memperbaiki performanya di musim ini, Il Diavolo Rosso tampaknya tak mau belajar dari kesalahan musim lalu. Sang pelatih Massimiliano Allegri juga tidak sepenuhnya salah terkait hal ini. Ada yang beberapa faktor yang membuat Milan kembali terpuruk di awal musim 2013/14 seperti tahun lalu.

Di tengah melimpahnya pemain di lini depan, mereka menyisakan lubang yang begitu besar di belakang. Apa penyebabnya? Goal Indonesia menemukan sedikitnya lima faktor mengapa pertahanan Milan bisa sekeropos ini. Selamat menyimak!

=> Pertahanan Terburuk Keenam
Mungkin saja Milan terlalu terbawa oleh catatan manis di wilayah pertahanan mereka pada akhir musim lalu. Ketika itu, Milan melakukan clean sheet dalam 12 laga terakhir. Duet Mexes-Zapata menjadi paten hingga sekarang berkat penampilan impresifnya itu. Tapi apa hasilnya sekarang?

Dari sepuluh partai awal Serie A, gawang mereka sudah bergetar sebanyak 17 gol. Membuat mereka sejajar dengan tim-tim yang berposisi menengah ke bawah yakni Cagliari (peringkat 14) dan Catania (peringkat 18) dan hanya kalah banyak dari Chievo, Parma, Torino, Bologna, dan Chievo.

Milan hampir selalu kebobolan di tiap pekan, hanya laga versus Udinese dan Sampdoria yang berakhir clean sheet. Akibatnya jelas, jangankan target scudetto, untuk mencapai tiga besar saja sulit. Rossoneri kini terpaut 13 angka dari zona Liga Champions dan 18 angka di belakang pemuncak klasemen AS Roma.

Sebagai catatan tambahan, dari 17 gol kemasukan itu, enam di antaranya tercipta lewat sundulan lawan. Jumlah ini menjadi salah satu yang tertinggi di Serie A. Michael Ciani (Lazio) menjadi pemain terakhir yang mampu mengeksploitasi kelemahan udara ini.

=> Skorsing & Cedera Pemain

Milan boleh bersyukur, kiper Christian Abbiati dan Mattia De Sciglio sudah sembuh dari cederanya. Kedua pemain ini sudah masuk dalam 23 nama yang dirilis Allegri saat bermain imbang 1-1 melawan Lazio. Bahkan, De Sciglio tampil sepanjang 90 menit. Namun masalah lini belakang belum berakhir.

Stephan El Shaarawy (Giornata 12) Center-back andalan Philippe Mexes masih menjalani skorsing empat laga akibat memukul Giorgio Chiellini di giornata 7 dan baru bisa kembali melawan Chievo pada pertenghan November mendatang.

Di pekan-pekan sebelumnya, cedera dan skorsing yang menderita pemain-pemain di posisi lain seperti Nigel de Jong dan Stephan El Shaarawy, Mario Balotelli juga turut menyumbang empat kekalahan Milan di awal musim.

Sorotan juga tertuju kepada Milan Lab yang kembali gagal memperbaiki reputasi mereka sebagai salah satu departemen medis kelas dunia. Ini pula yang membuat Massimiliano Allegri tak mampu menurunkan Starting XI yang baku dalam dua musim terakhir.

PEMAIN BERTUMBANGAN
1. Daniele Bonera (kembali di giornata 12)
2. Matias Silvestre (Giornata 12)
3. Philippe Mexes (Giornata 12)
4. Giampaolo Pazzini (Akhir November)

=> Blunder Transfer Musim Panas

Musim panas kemarin, Milan kehilangan tiga gelandang yang punya kemampuan bertahan, yakni Massimo Ambrosini, Mathieu Flamini, dan Kevin-Prince Boateng. Belum termasuk kehilngan duo bek Mario Yepes dan Luca Antonini.

Praktis, di posisi bek tengah Milan hanya menyisakan Zapata, Mexes, Christian Zaccardo, bek muda Jherson Vergara, bek senior Bonera yang cedera sejak awal musim, dan pemain buangan Internazionale Matias Silvestre yang belakangan juga masuk ruang perawatan.

Di saat seperti itu, Milan malah membeli tiga pemain dengan karakter menyerang. Meski Kaka berhasil mereka dapatkan dengan gratis, namun mereka menggelontorkan €11 juta untuk seorang pemain binaan mereka, Alessandro Matri. Birsa juga dihadirkan dari Genoa sebagai kesepakatan pertukaran dengan Antonini.

Belum lagi dengan kedatangan Keisuke Honda pada Januari mendatang yang memiliki posisi sebagai gelandang serang. Apa jadinya jika Stephan El Shaaraway dan Giampaolo Pazzini pulih dari cedera? Milan tampaknya gemar mengoleksi para pemain depan.

Kini, Allegri harus memutar otak agar lini depanya yang melimpah ini dapat bersinergi dengan baik. Di dua giornata terakhir, Allegri menggunakan formasi 4-3-3 yang berakhir buruk kalah 3-2 dari Parma dan imbang 1-1 melawan Lazio. Nah!

=> Jadwal Padat, Januari Masih Jauh

Buntut dari dari kesalahan pada transfer musim panas lalu, dengan cepat mereka mendatangkan Keisuke Honda dan Adil Rami. Nama terakhir didatangkan dari Valencia dengan status sebagai pemain pinjaman.

Rami sudah diizinkan untuk bergabung sepuluh minggu lebih awal. Sebelumnya Los Che menjatuhkan sanksi skors dan denda kepada Rami karena kritik keras yang ia tujukan kepada pelatih Miroslav Djukic dan klubnya.

Namun transfer ini terbilang terlambat. Di saat pertahanan Milan dalam situasi genting seperti sekarang ini, Milan baru boleh menggunakan tenaga Rami pada 1 Januari mendatang.

Apalagi Milan menghadapi jadwal padat nan ketat yang terbentang pada bulan November hingga Desember mendatang. Bukan tak mungkin Milan terus kehilangan konsentrasi di lini belakang dan membuat mereka tak lolos dari fase grup Liga Champions.

Allegri harus berpikir keras untuk memperbaiki pertahanannya ini. Milan harus memanfaatkan semaksimal mungkin kesempatan bursa transfer mendatang untuk mengulangi transfer sukses Mario Balotelli pada Januari 2012 lalu.

=> Pudarnya Tradisi Bek Tangguh

Last but not least, adalah semakin pudarnya tradisi bek tangguh yang dimiliki Milan. Tanda-tanda itu sudah terlihat di musim panas 2012 ketika Alessandro Nesta dan Thiago Silva telah memutuskan hengkang.

Pada suatu waktu, rumput hijau di San Siro pernah diinjak oleh nama-nama seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Billy Costacurta.

Dalam waktu yang lebih dekat, terdapat nama-nama beken semacam Nesta dan Thiago Silva. Nesta kini sedang menikmati karier senjanya di Amerika Serikat, sementara Silva sudah ditransfer ke Paris Saint-Germain tahun lalu.

Duet sentral belakang andalan Cristian Zapata dan Philippe Mexes dinilai belum cukup untuk menggambarkan kesolidan lini belakang Rossoneri seperti sedia kala.

PARADE BEK TANGGUH MILAN
1. (1977-1997) Franco Baresi
2. (1985-2009) Paolo Maldini
3. (1986-2007) Billy Costacurta
4. (2002-2012) Alessandro Nesta
5. (2009-2012) Thiago Silva

Sumber : Goal.com