Posisi Massimiliano Allegri di geladak kepelatihan AC Milan tak henti diguncang kritik. Persoalannya apalagi kalau bukan anjloknya performa tim musim ini. Sontak gejolak kritik dan tekanan itu mengundang simpati salah satu eks-allenatore Milan, Carlo Ancelotti.

Ancelotti yang pernah menukangi Milan pada periode 2001 sampai 2009 itu menaruh simpati dan keprihatinan atas situasi yang menerpa Allegri. Tapi Carletto – sebutan Ancelotti juga ingin publik mengerti bahwa yang namanya memimpin tim dengan reputasi sebesar Rossoneri, bukan persoalan gampang.

“Menjadi pelatih Milan tidaklah mudah, karena hasil bukan satu-satunya yang terpenting. Anda juga harus mengikuti filosofi yang diperintahkan Presiden Silvio Berlusconi yang terikat pada permainan menghibur serta memberikan kesan,” aku Ancelotti.

“Pelatih harus berusaha mencapai target-target itu. Mentalitas diperlukan dalam kamp Rossoneri. Melatih Milan lebih dari sekadar mendapat hasil bagus,” lanjut pelatih berusia 54 tahun yang kini menangani Real Madrid itu.

Buah bibir tentang Il Diavolo juga tak mengerucut pada problem performa tim, tapi juga friksi internal klub yang belakangan, juga mengudara antara Wakil Presiden Adriano Galliani dengan direktur yang juga putri sang Presiden, Barbara Berlusconi. Pria yang disebut Ancelotti sebagai figur penting itu bahkan dikabarkan bakal angkat kaki dari Milan.

“Galliani tokoh penting di Milan. Dia tak hanya direktur, tapi juga seorang fan, seseorang yang tumbuh sejarah besar klub dan melakukan pekerjaan di klub dengan kemampuan terbaiknya,” sambung Ancelotti.

“Terdapat pula aspek yang terarah di mana Galliani, punya pengalaman yang tak dimiliki setiap orang. Saya tak tahu bagaimana bayangan masa depannya, tapi ketiadaannya akan jadi kehilangan besar buat Milan,” tandasnya.

Sumber : okezone.com