“Anak yang hilang telah kembali”. Ya, itulah kata-kata yang diucapkan fans Milan saat Galliani berhasil mendatangkan kembali Ricardo Kaka dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas.

Kaka yang merupakan pemain kesayangan publik San Siro didatangkan setelah jarang bermain di Madrid. Kedatangannya diharap dapat mengangkat mental dan moral tim setelah ditinggal sejumlah pemain bintang dan pemain senior Milan. Sebut saja, Ibrahimovich, Thiago Silva, Prince Boateng, Ambrosini, Gattuso, Pirlo dkk.

Meski sempat cedera awal musim ini, pemain elegan asal Brasil ini kembali dan bangkit dan mencetak gol 3 kali berturut-turut dalam tiga pertandingan terakhirnya kala melawan Celtic di Liga Champions, Genoa serta Catania di Serie A.

Tidak selincah dahulu saat terakhir kali mengenakan baju Milan tidak membuat Galliani kecewa, justru ia memuji Kaka, “Kaka pemain fenomenal. Saya menangis ketika saya pergi untuk menjualnya ke Real (Madrid), kemudian puji tuhan saya memiliki ide pada 31 Agustus untuk pergi ke Madrid, tanpa ada janji yang dibuat sebelumnya, dan dari pertemuan tersebut, semuanya terjadi, dan Kaka kembali (ke Milan),” ujarnya, kepada Football Italia, Senin (2/12/2013).

Galliani juga mengungkapkan kebahagian Milan yang berhasil menang dua kali berturut-turut saat bertandang melawan Celtic di Liga Champions dan melawan Catania di Serie A, “Saya senang dengan reaksi tim setelah kemasukan gol dan kemenangan ganda tandang melawan Celtic di Liga Champions dan Catania di Serie A,” tutupnya.

Wajar jika Galliani senang melihat peforma Milan dari dua pertandingan terakhir, karena Milan sebelumnya seperti lupa bagaimana cara untuk memenangkan pertandingan dan berada di peringkat 10 klasemen Serie A, pencapaian yang buruk untuk tim sekelas Milan. Dan tugas berat Kaka sebagai pemain yang pernah merasakan gelar Liga Champions untuk membawa dan memimpin Milan kembali bersaing di papan atas klasemen Serie A.

Pemain bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite telah memainkan 8 pertandingan di Serie A musim ini dengan torehan 3 gol dan 3 pertandingan di Liga Champions dengan 1 gol dan 2 assist. Kaka merupakan trequartista murni yang bermain elegan jika sedang dalam performanya, dan cocok dalam formasi yang mengandalkan trequartista seperti 4-3-1-2 atau 4-3-2-1.

Sumber : okezone.com