Mario Balotelli kembali mengeluhkan ekspos media yang terlalu berlebihan terhadap segala sesuatu yang ia lakukan, baik di dalam maupun luar lapangan. Pada La Gazetta Dello Sport di acara Milan Foundation beberapa saat yang lalu, Balo mengungkapkan keluh kesahnya itu.

“Beberapa hari belakangan ini cukup kacau saya rasa. Tak jarang semua gerak-gerik saya, bahkan semua tweet sederhana untuk seorang sahabat, disalahartikan. Media di luar nampaknya lebih menghargai saya. Ada alasan khusus mengapai The Times memasukkan saya dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia,” demikian menurut yang dilaporkan oleh La Gazzetta Dello Sport.

Balotelli sempat menulis ‘This is the end’ atau ‘Inilah akhir segalanya’ di Twitter, tak lama usai AC Milan mengalahkan Catania di Serie A. Belakangan diketahui bahwa Balo menulis itu untuk seorang temannya, juara beladiri tangan kosong, Giorgio Petrosyan. Hal itu sama sekali tak ada hubungannya dengan keinginan untuk pindah dan lainnya.

“Saya tahu bahwa saya adalah pria yang beruntung, namun kadangkala saya hanya ingin hidup normal.”

Sumber : bola.net